Fashion Muslim Brand from Indonesia Berita Tips Menghadapi Teman yang Sirik Trust Online Shop & Worldwide Shipping
 
 
(+62) 87899740313
Immediately contact us to place an order / ask product, Distributor Partnership, Agent or Reseller Dropship, by calling / text / wa number above to get quick response or add Shejab CS1 pin: 543527A7, CS2: 52891A39

Cart

Tips Menghadapi Teman yang Sirik

Tips Menghadapi Teman yang Sirik

19 Jan 2017

Sebagai makhluk sosial, kita tidak pernah lepas dari yang namanya interaksi dengan orang lain. Dan dalam berinteraksi dengan orang lain, adalah wajar jika ada perasaan-perasaan tertentu sebagai konsekuensi logisnya, misal kesal, iri, atau semacamnya. Justru yang lucu adalah enggak pernah berinteraksi tapi punya perasaan-perasaan semacam itu. 

Nah, jika kita berada dalam posisi orang yang dicemburui yang entah karena apa, bagaimana menyikapinya secara bijak?

1. Jangan terlalu sering berinteraksi alias jaga jarak

Jika kendaraan di jalan raya harus jaga jarak agar enggak tabrakan, pun dengan hubungan antarsesama. Awalnya biasa aja, kemudian akrab dan semakin akrab, lalu salah satunya ingin menjadi seperti temannya, dan jika enggak kesampaian & kurang bisa menjaga hati iri menjadi hasil akhirnya. Serem, kan. Itu sebabnya, jaga jarak itu tetap perlu.

2. Jangan terlalu sering menceritakan hal-hal pribadi/tentang diri sendiri

Mungkin tujuan kita baik yakni ingin berbagi kebahagiaan dan menganggap orang yang akan kita kasih cerita tsb adalah bagian penting dari hidup kita. Namun, tidak semua orang bisa menangkap hal tsb. Jika sesekali bercerita tentang diri sendiri ya wajarlah. Tapi kalau setiap detik, hati-hati bisa berpotensi bibit penyakit hati. Itu sebabnya, kita perlu memilah mana yang diceritakan dan mana yang tidak.

3. Jangan terlalu transparan memberi tahu apa yang kita miliki

Tidak semua orang mengerti bahwa dibalik kesuksesan pasti ada air mata perjuangan. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya kita tidak terlalu mengekspos apa saja yang sudah kita miliki semisal rumah, mobil, tanah, atau yang lain. Biar mereka tahu dengan sendirinya saja.

Ada kelompok manusia yang meremehkan orang yang menurut dia enggak selevel dan menganggap orang yang berada di atasny itu sombong. Nah, ribet kan. That's why enggak perlulah terlalu transparan alias biasa aja.

4. Kehidupan pribadi bukanlah konsumsi publik 

Bukannya su'udzon, tapi kenyataannya tidak semua orang bahagia atau butuh update info kehidupan pribadi orang lain. Jadi pilah-pilahlah dalam memberi informasi.

Semoga kita bisa menjadi pribadi yang bisa membawa diri. Aamiin.

Foto ilustrasi: google

Sumber artikel: ummi online

Share