Indonesia Fashion Muslim & Hijab Brand | Indonesia Hijab Store Berita Agar Tidak Membatasi Diri Untuk Melejitkan Potensi Indonesia Hijab Store & Worldwide Shipping
 
 
(+62) 87899740313
Immediately contact us to place an order / ask product, Distributor Partnership, Agent or Reseller Dropship, by calling / text / wa number above to get quick response or add Shejab CS1 pin: 543527A7, CS2: 52891A39

Cart

Agar Tidak Membatasi Diri Untuk Melejitkan Potensi

Agar Tidak Membatasi Diri Untuk Melejitkan Potensi

11 Jan 2017

Banyak orang yang tidak berkembang, karena mereka membatasi diri sendiri.

Mungkin mereka itu memiliki potensi hebat.

Ada bakat terpendam.

Hanya saja semuanya tidak keluar untuk kebaikan diri sendiri atau orang lain.

Sayang, bukan karena tidak ada kemampuan, tetapi kebanyakan orang menutupnya.

Bagaimana cara agar kita tidak membatasi diri dan bisa melepaskan potensi diri kita?

Saya sangat suka membaca cerita-cerita yang memberikan inspirasi dalam hidup. Cerita-cerita yang cukup melekat dalam benak saya ialah saat membaca cerita seseorang yang cacat tetapi memiliki keterampilan luar biasa. Seorang yang cacat tetapi mencapai prestasi yang mengagumkan.

Salah satunya ini: Nick Vujivic

Kunci sukses mereka ialah mereka tidak menganggap cacat mereka sebagai hambatan meraih sukses. Mereka beranggapan bahwa mereka adalah sama dengan orang pada umumnya (dan memang benar).

Mereka tidak beranggapan kekurangan pada dirinya sebagai alasan mereka untuk bersantai ria dan mengandalkan belas kasih orang lain.

Keterbatasan itu tidak harus membatasi diri. Setiap kita memiliki keterbatasan, adalah pilihan kita apakah keterbatasan itu menjadikan kita membatasi diri atau tidak.

Bakat tanpa usaha keras akan percuma saja. Para atlet piala Uber dan Thomas memang kumpulan orang berbakat tetapi mereka berlatih seharian dan hampir tiap hari, dan masih kalah.

Cacat atau kekurangan lainnya memang akan membatasi kebebasan kita di suatu sisi. Namun kebebasan itu banyak dan bermacam- macam, jika salah satu kebebasan kita terpenjara, kita masih bisa mencari kebebasan yang lainnya.

Sebagai contoh beberapa orang cacat yang tidak memiliki tangan kemudian bisa menulis dan melukis dengan mulutnya. Kebebasan tangan memiliki batasan tetapi dia masih memiliki kebebasan di mulutnya.

Apakah Anda tidak memiliki kebebasan di semua tubuh dan potensi Anda? Ya, Allah telah memberikan banyak kenikmatan kepada kita, bahkan tidak terhitung. Tetapi mengapa saat sebagian nikmat tidak ada harus mengeluh dan dijadikan alasan untuk tidak berbuat apa-apa? Bukankah itu sama dengan mendustakan nikmat Allah?

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS An Nahl:18)

Jangan Pernah Membatasi Diri Sendiri Untuk Hal Positif

Yang dimaksud membatasi diri adalah membatasi kemampuan dan potensi diri sendiri. Tidak ada yang membatasi diri Anda kecuali Anda sendiri. Pikiran Andalah yang membatasi diri, bukan orang lain, bukan kondisi, bukan politik.

Contoh orang yang membatasi diri sendiri adalah mereka yang selalu mengatakan saya tidak bisa, saya tidak akan mampu, atau saya tidak akan berhasil. Dia sudah memvonis diri bahwa dia tidak mampu.

Membatasi diri juga cirinya adalah selalu melakukan hal-hal yang mudah saja, tindakan yang bisa dan biasa dilakukan. Padahal, tidak akan mendapatkan kemajuan jika kita tidak mau melakukan hal baru yang diluar jangkauan kita.

Jadi arti membatasi diri disini adalah berkaitan dengan kemampuan dan potensi kita. Anda hanya melakukan dibatas kemampuan Anda, padahal jika Anda mau membukan batas itu, kemampuan yang Anda miliki jauh lebih baik dibandingkan apa yang Anda pikirkan saat ini.

Cara Menghilangkan Keyakinan Yang Membatasi

Lalu bagaimana caranya untuk menghapus keyakinan-keyakinan itu?

  1. Langkah pertama adalah pemahaman, bahwa apa yang ada dalam pikiran itu tidak benar. Misalnya saat Anda merasakan tidak layak, kata siapa? Siapa yang memutuskan layak atau tidak? Yang benar adalah semua orang layak untuk sukses, termasuk Anda. Carilah berbagai referensi bahwa keyakinan-keyakinan Anda itu salah. Banyak baca buku-buku orang sukses yang bisa dijadikan pelajaran untuk kita.
  2. Langkah kedua memahami keyakinan-keyakinan yang memberdayakan. Dengan belajar Anda akan menemukan berbagai keyakinan yang justru memberdayakan potensi diri.
  3. Langkah ketiga resapkan keyakinan-keyakinan baru dalam hati kita atau dalam pikiran bawah sadar dengan cara afirmasi dan visualisasi.
  4. Langkah keempat mulai melakukan apa yang selama ini Anda anggap tidak bisa. Perlebar jangkauan Anda secara bertahap.

Jika Anda sudah berhasil menghilangkan berbagai keyakinan yang membatasi, maka potensi Anda akan lebih terbuka dan teroptimalkan. Saat potensi sudah optimal dan tergali, Anda akan lebih banyak menemukan peluang yang terbuka.

Bahkan, yang sebelumnya Anda pikir tidak mungkin menjadi mungkin. Yang sebelumnya Anda tidak percaya diri melakukan sesuatu menjadi lebih percaya diri.

Yakinlah bahwa yang membatasi diri Anda sendiri adalah Anda sendiri dan yakinlah bahwa Andalah yang bisa membuka batasan itu dan menjadikan potensi Anda lebih melejit.

Foto ilustrasi: google

Sumber artikel: motivasi islami

Share