Indonesia Fashion Muslim & Hijab Brand | Indonesia Hijab Store Berita 6 Keistimewaan Kamu yang Tetap Bekerja di Hari Lebaran Nanti. Sedih tapi Harus Dijalani Sepenuh Hati Indonesia Hijab Store & Worldwide Shipping
 
 
(+62) 87899740313
Immediately contact us to place an order / ask product, Distributor Partnership, Agent or Reseller Dropship, by calling / text / wa number above to get quick response

Cart

6 Keistimewaan Kamu yang Tetap Bekerja di Hari Lebaran Nanti. Sedih tapi Harus Dijalani Sepenuh Hati

6 Keistimewaan Kamu yang Tetap Bekerja di Hari Lebaran Nanti. Sedih tapi Harus Dijalani Sepenuh Hati

08 Jun 2018

Lebaran udah di depan mata. Tunjangan Hari Raya juga sudah kamu terima. Meski dua hal yang bikin bahagia itu udah di tangan, ada satu hal lagi yang buatmu tak bisa menjalani afdolnya Hari Lebaran. Iya, di Hari Lebaran nanti kamu masih bekerja seperti biasa. Sementara orang-orang lain berkumpul dengan masing-masing keluarga, kamu harus ikhlas berkutat dengan laporan, deadline, jaga malam, dan tugas-tugas lainnya. Sedih sih jangan ditanya lagi. Sebab kamu harus rela mengucapkan maaf-maafan via video call-an aja. Itupun dilakukan sambil menyelesaikan beberapa pekerjaan.

Untukmu yang harus tetap bekerja di Hari Lebaran nanti, jangan berkecil hati. Meski tak bisa menikmati opor ayam yang di masak ibu atau berkumpul dengan para keponakanmu, ketahuilah ada 6 keistimewaan ini dalam dirimu.

1. Dedikasimu dalam bekerja jangan ditanya lagi. Mau Lebaran atau tidak, tetap jalani pekerjaan dengan sepenuh hati

Banyak orang bekerja hanya untuk gaya-gayaan semata. Asal gaji udah digenggam, tak penting lagi segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan. Namun kamu berbeda. Kamu bekerja dengan sebenar-benarnya. Perihal dedikasi dalam bekerja, kamu tak perlu diragukan lagi. Mau hari libur, Lebaran, atau sedang tak enak badan sekalian, kamu tetap bekerja dan mengabdi dengan sepenuh hati.

2. Meski belum bisa pulang, diam-diam sosokmu menginspirasi banyak orang dalam hal menahan rindu

Lebaran memang hanya terjadi setahun sekali. Di momen Lebaran ini pula kamu baru bisa menuntaskan rindu dengan keluarga serta orang-orang terkasih lainnya. Namun karena harus bertugas, rindu yang sudah kamu tabung harus disimpan dulu. Berat memang, tapi kenyataan yang harus kamu hadapi memang seperti itu. Meski belum bisa pulang, tahukah kamu bahwa diam-diam banyak orang yang terinspirasi darimu? Banyak orang terinspirasi dari caramu berdamai dengan rindu yang telah lama kamu tabung itu.

3. Kamu termasuk orang yang jauh dari sifat egois. Buktinya dengan senang hati masuk kerja meski yang lain berkumpul dengan keluarga

Bekerja dengan sepenuh hati meski di Hari Lebaran merupakan bukti bahwa kamu orangnya nggak egoisan. Demi melayani masyarakat, kamu rela nggak mudik dulu dan bertemu dengan orang-orang tersayang di kampung halaman. Sifat tak mementingkan diri sendiri ini, bukankah udah jarang dimiliki orang-orang?

4. Tetap bekerja di hari Lebaran buatmu jadi seseorang yang lebih menghargai waktu. Tak akan lagi kamu menyia-nyiakan hidupmu

Setahun menabung rindu itu berat. Apalagi untukmu yang harus bekerja di hari nan fitri esok. Semakin bertambahlah rindumu pada sanak saudara. Namun bukannya malah menyerah, kamu justru jadi belajar banyak dari hal ini. Beratnya menahan rindu buatmu belajar tentang pentingnya menghargai waktu, terlebih waktu bersama keluarga tercinta. Tak akan lagi kamu menyia-nyiakan waktu dan hidupmu di masa-masa selanjutnya.

5. Pengalamanmu soal jalani Lebaran jelas jauh lebih beragam. Dari Lebaran di rumah sampai di tempat kerja, semua pernah kamu lakukan

Meski berat dijalani, tetap bekerja saat Lebaran buatmu merasakan pengalaman tersendiri. Pengalamanmu jelas bertambah dan lebih beragam. Kelak pengalaman-pengalaman semacam ini bisa kamu bagikan ke anak cucumu. Biar mereka juga tumbuh menjadi seseorang setangguh kamu.

6. Bagimu Lebaran tak melulu soal memenuhi kepentingan pribadi. Namun juga tentang melayani banyak orang dengan sepenuh hati

Hari Lebaran adalah saatnya umat muslim meraih kemenangan. Namun kemenangan tersebut kamu maknai secara berbeda. Tak melulu soal kepentingan pribadi, tapi kamu lebih memilih melayani kepentingan umum dengan sepenuh hati. Bukan makan ketupat dan opor ayam pencapaian terbesarmu dalam meraih kemenangan. Melainkan senyum-senyum masyarakat yang terbantu karena kehadiranmu.

Untukmu yang tetap bekerja di Hari Lebaran nanti, kamulah sosok pemenang sejati. Sebab kamu menikmati momen kemenanganmu dengan tulus ikhlas melayani. Jadi, nggak perlu sedih-sedih lagi ya kalau nanti tetap masuk kerja. Akan ada banyak orang yang membutuhkan bantuanmu di sana

Foto ilustrasi: google
Sumber artikel: hipwee

Share