Indonesia Fashion Muslim & Hijab Brand | Indonesia Hijab Store Berita 4 Gejala Alergi Dingin yang Wajib Anda Kenali Indonesia Hijab Store & Worldwide Shipping
 
 
(+62) 87899740313
Immediately contact us to place an order / ask product, Distributor Partnership, Agent or Reseller Dropship, by calling / text / wa number above to get quick response or add Shejab CS1 pin: 543527A7, CS2: 52891A39

Cart

4 Gejala Alergi Dingin yang Wajib Anda Kenali

4 Gejala Alergi Dingin yang Wajib Anda Kenali

10 Jul 2018

Memasuki cuaca dingin atau musim hujan, Anda tentu akan merasa menggigil dan bergegas mengenakan baju hangat. Namun bagi sebagian orang lainnya, udara dingin dapat memicu reaksi alergi, mulai dari yang ringan hingga cenderung parah dan membahyakan kesehatan. Memangnya, apa saja gejala alergi dingin itu?

Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu alergi dingin?

Alergi dingin, yang istilah medisnya disebut dengan urtikaria dingin, adalah reaksi kulit yang muncul dalam beberapa menit setelah paparan dingin, baik dari air maupun udara. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor cuaca dingin, berada di ruangan ber-AC, berenang, atau selepas mandi di pagi hari. Gejala yang ditimbulkan pada setiap orang pun berbeda-beda. Ada yang bereaksi ringan, ada pula yang mengalami reaksi anafilaktik seperti penurunan tekanan darah secara drastis, tidak bisa bernapas, hingga pingsan.

Alergi dingin paling sering terjadi pada orang dewasa usia muda. Dalam kasus yang parah, alergi dingin dapat menimbulkan stres yang tidak semestinya, terutama karena gejalanya sering disalahartikan dengan penyakit lain.

Jika Anda curiga Anda memiliki jenis alergi, segera bicarakan pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Biasanya, dokter akan memberikan resep antihistamin dan meminta Anda untuk menghindari paparan udara dingin sampai alerginya membaik.

Kenali tanda dan gejala alergi dingin

1. Tangan terasa bengkak

Bila tangan Anda bengkak setelah bersentuhan dengan benda yang bersuhu dingin, bisa jadi Anda terkena alergi dingin. Ini termasuk juga saat Anda memegang minuman dingin, mandi di pagi hari, dan paparan suhu dingin lainnya.

Walaupun pembengkakan sering terjadi di bagian tangan, pembengkakan akibat alergi dingin juga dapat muncul di bagian tubuh lainnya. Dalam kasus yang paling berbahaya, pembengkakan dapat terjadi di bagian lidah dan tenggorokan dan membuat seseorang mengalami edema faring. Hal ini dapat menyebabkan seseorang sulit bernapas dan bisa berujung pada kematian.

2. Kulit memerah dan gatal

Salah satu gejala alergi dingin yang paling tampak adalah perubahan kondisi kulit yang cenderung memerah dan terasa gatal. Bahkan, gejala ini tidak lantas hilang begitu saja saat penderita berpindah ke lingkungan yang lebih hangat. Dalam beberapa kasus, gejala ini dapat memburuk dan bertahan hingga 24 jam.

3. Muncul bentol-bentol merah

Timbulnya bentol-bentol kemerahan ini sama halnya dengan gejala alergi lainnya. Paparan alergi dingin membuat sel darah putih melepaskan histamin ke aliran darah. Akibatnya, tubuh memberikan respon peradangan dengan memunculkan bentol merah, bengkak, gatal, dan perubahan kulit lainnya yang umum terjadi sebagai reaksi alergi.

Dokter biasanya akan menguji reaksi alergi ini dengan meletakkan es batu pada kulit pasien dan melihat respon peradangan yang mungkin timbul. Jika kulit menjadi merah dan timbul ruam, maka kemungkinan besar Anda memiliki alergi dingin.

4. Faktor keturunan

Jika Anda pernah atau sedang mengalami alergi dingin, coba tanyakan pada keluarga apakah mereka juga mengalami hal yang sama. Pasalnya, menurut penelitian yang dilakukan oleh National Institute of Allergy and Infectious Disease pada tahun 2012, alergi dingin dapat disebabkan oleh faktor keturunan.

Gejala alergi dingin karena faktor keturunan biasanya muncul 30 menit setelah terpapar suhu dingin, bahkan bisa bertahan hingga 48 jam. Umumnya penderita mengalami kulit kemerahan dan gatal disertai dengan demam, sakit kepala, nyeri persendian (artralgia), dan reaksi sel darah putih yang berlebihan (leukositosis) dalam darah.

Foto ilustrasi: google
Sumber artikel: hellosehat

Share